*PEMKAB KARAWANG BERBENAH,DRENASE JOHAR-BUNDARAN RAMAYANA AKHIRNYA DI PERBAIKI*

IntroveksiNews*KARAWANG -* Pemerintah Kabupaten Karawang di tahun 2026 ini memang sedang berbenah diri. Salah satu proyek vital yang sedang dikerjakan adalah perbaikan saluran drenase di Jalan  Tuvaref dari Pasar Johar sampai Bundaran Ramayana.

Berdasarkan foto di lapangan (10/10/2026), terlihat puluhan *Box Culvert (U-Ditch) beton berukuran besar dan kendaraan alat berat sudah didatangkan dan siap dipasang di sisi jalan. 

Saluran lama yang dangkal dan mampet kini diganti dengan saluran baru yang lebih dalam dan lebar.

Tujuannya jelas: *atasi banjir langganan* di Jalan Tuvaref setiap hujan deras, karena air dari Johar tidak bisa mengalir ke Ramayana akibat saluran rusak.

Warga mengapresiasi langkah ini, namun juga memberikan catatan:

1.  Pemasangan box culvert harus rapi agar bahu jalan tidak berdebu tebal.

2.  Setelah drenase selesai, jalan yang berdebu tanah itu harus segera di-hotmix kembali, jangan dibiarkan.

3.  Beri jembatan sementara untuk akses toko warga selama pengerjaan.

Dengan diperbaikinya drenase Johar - Ramayana ini, diharapkan Jalan Tuvaref tidak lagi menjadi langganan banjir dan macet.


SETAHUN LALU DRENASE SEBELAH DIPERBAIKI, TROTOAR DIBIARKAN AMBURADUL - KABEL TANAM JADI DI ATAS TROTOAR, BAGAIMANA TATA KELOLA KOTA KARAWANG?

 Ironi pembangunan di Jalan Tuvaref, jalan strategis pusat kota Karawang. Pemerintah Kabupaten Karawang tahun ini berbenah memperbaiki drenase dari Johar sampai Bundaran Ramayana (2026), namun warga mengungkap fakta: *Satu tahun yang lalu (2025) pembangunan yang sama juga dilakukan di jalan sebelahnya, termasuk perempatan lampu merah johar (jalan syeh quro) drenasenya diperbaiki, tapi trotoarnya tidak digarap sama sekali.

Hasilnya? Amburadul.

Berdasarkan bukti foto  kondisi trotoar strategis Kota Karawang di Jalan syeh quro dan jalan  Tuvaref saat ini sangat memprihatinkan.

1.  *Trotoar Pecah dan Tidak Rata:* Setelah perbaikan drenase setahun lalu, trotoar tidak dikembalikan mulus, malah dibiarkan berantakan.

2.  *Kabel Semrawut di Trotoar:* Yang paling fatal, kabel-kabel yang tadinya tertanam di bawah tanah, setelah perbaikan malah *nongol dan berserakan di atas trotoar.* Sangat berbahaya bagi pejalan kaki dan merusak estetika kota.

3.  *Tidak Ada Koordinasi OPD:* Proyek drenase jalan, proyek trotoar, dan proyek utilitas kabel tidak sinkron. Masing-masing jalan sendiri-sendiri.

"Gimana tata kelola kota Pemerintah Karawang ini? Ini termasuk trotoar strategis kota, pusat ekonomi. 

Setahun lalu drenase sebelah diperbaiki, trotoarnya ga digarap. Sekarang giliran sisi sini dibongkar lagi, yang lama aja masih amburadul. Kabel tanam malah jadi di atas trotoar, kan bahaya," keluh warga berinisial M (43th) seorang pedagang di jalan Tuvaref dengan nada kecewa.

Warga mempertanyakan perencanaan terpadu Pemkab Karawang.

- Kenapa perbaikan drenase dan trotoar tidak satu paket?

- Kenapa utilitas kabel tanam dibiarkan berantakan di trotoar strategis?

- Apakah ini yang disebut Kota Karawang berbenah?

Padahal Jalan Tuvaref adalah wajah Kota Karawang, jalur protokol yang dilalui Bupati dan pejabat setiap hari dari Johar menuju Pemda Karawang,termasuk ribuan kendararaan warga karawang dan luar kota karawang.

Warga meminta Bupati Karawang turun langsung mengecek trotoar amburadul tersebut dan memerintahkan Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan (bidang PJU & Utilitas) untuk merapikan kabel dan mengembalikan trotoar yang layak bagi pejalan kaki dan difabel, bukan hanya fokus gali tutup drenase.

*Jika tata kelola seperti ini terus, Karawang berbenah hanya slogan, tapi di lapangan amburadul.

( Iwan shalvs SH)