BARU 1 TAHUN DIPASANG PAVING BLOK JALAN TUVAREF KARAWANG BARAT SUDAH RUSAK LAGI,WARGA:KENAPA TIDAK DI HOTMIX SAJA


INTROVEKSINEWS-KARAWANG : Kejanggalan proyek Jalan Tuparev (Tuvaref) Karawang Barat dipertanyakan warga. Pasalnya, paving blok baru yang baru dipasang sekitar 1 tahun lalu, kini sudah kembali dibongkar dan diperbaiki lagi.

"Kira-kira 1 tahun sudah diperbaiki lagi. Ini buang-buang anggaran, Pak. Kenapa tidak dikembalikan lagi ke hotmix aspal saja sekalian? Lebih awet, tidak berdebu, tidak macet bongkar pasang terus," ujar warga pedagang di lokasi  (kurnia karyawan Bandung Gordyn/40th) Jumat (3/10).

Warga menilai paving blok tidak cocok untuk Jalan Tuparev yang merupakan jalan utama dengan beban kendaraan berat dan lalu lintas padat (mobil, truk pengangkut elektronik). Paving blok mudah amblas, lepas, dan menimbulkan debu jika adukan pasir di bawahnya tidak padat.

*Perbandingan versi warga:*

*HOTMIX (ASPAL):*

- Tahan beban berat, tidak amblas

- Tidak berdebu saat panas

- Perawatan 5-10 tahun sekali

- Kendaraan lewat halus, tidak macet

*PAVING BLOK:*

- Baru 1 tahun sudah rusak lagi (fakta di lapangan)

- Berdebu parah saat kemarau (bikin sesek)

- Mudah lepas & bergelombang jika pemasangan kurang padat

- Bongkar pasang terus = toko tutup terus = rugi

Warga mendesak Dinas PUPR Kab. Karawang dan Bupati Karawang untuk melakukan audit:

1.  *Kenapa paving blok baru 1 tahun sudah rusak?* Apakah kualitas pemasangan buruk?

2.  *Berapa anggaran yang sudah habis* untuk 2x perbaikan dalam 1 tahun ini?

3.  *Kembalikan ke hotmix* seperti jalan Tuparev yang dulu, lebih kuat dan tidak berdebu.

"Kami pedagang sudah rugi 2 kali, pas pemasangan pertama sepi, sekarang dibongkar lagi sepi lagi karena macet dan debu. Tolong hotmix saja Pak Bupati," 


> _"Paving blok Jalan Tuparev baru dipasang ±1 tahun lalu sudah rusak dan diperbaiki ulang, diduga pemborosan anggaran. Kami warga meminta evaluasi dan pengembalian ke konstruksi hotmix yang lebih tahan lama dan sesuai dengan beban jalan utama."_

Situasi Jalan Tuparev (Tuvaref) Karawang Barat Jumat sore ini makin parah. Antrean mobil mengular panjang akibat separuh badan jalan ditutup untuk perbaikan paving blok.

Bersamaan dengan macet, kebul debu semakin menjadi-jadi karena panas terik dan angin dari kendaraan yang antre. Debu putih masuk ke dalam toko-toko di sepanjang jalan.

"Banyak toko-toko di sekitar jalan mengeluh, Pak. Barang elektronik kami berdebu semua, pembeli jadi enggan mampir karena macet dan debu," ungkap pemilik toko di lokasi.

Pedagang meminta 2 hal mendesak malam ini 

1.Mobil tanki air penyiram debu* stand by di lokasi (minimal 3x sehari)

2.Pekerjaan dipercepat malam hari* agar siang toko bisa jualan normal

Warga berharap Camat Karawang Barat dan Dinas PUPR Karawang segera turun ke lapangan melihat langsung antrean macet dan kepulan debu tersebut.

( J iwan shalva SH)